Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 5. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Ectopic Pregnancy, Hamil di Luar Kandungan


Adelia Ratnadita 
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Kehamilan dimulai dengan sel telur yang dibuahi. Biasanya sel telur yang dibuahi menempel pada lapisan rahim. Namun pada kasus ectopic pregnancy atau yang dapat diartikan sebagai hamil di luar kandungan, sel telur dibuahi di tempat lain. Ectopic pregnancy hampir selalu terjadi di salah satu tabung yang membawa sel telur dari ovarium ke rahim (tuba fallopi). Jenis ectopic pregnancy sering dikenal sebagai kehamilan tuba. Ectopic pregnancy jarang terjadi pada ovarium, perut, atau leher rahim (serviks).

Ectopic pregnancy tidak dapat dilanjutkan seperti kehamilan normal. Sel telur yang dibuahi tidak dapat bertahan hidup, dan janin yang berkembang dapat membahayakan ibu dari janin tersebut. Jika tidak segera ditangani akan mengancam kehidupan, karena kemungkinan dapat menyebabkan kehilangan darah. Pengobatan dini pada ectopic pregnancy dapat membantu melestarikan kesempatan hamil dengan normal dimasa mendatang.

Penyebab

Ectopic pregnancy terjadi ketika sel telur yang dibuahi terjebak dalam perjalanan ke rahim. Hal tersebut sering disebabkan karena tuba fallopi pernah terluka, rusak, atau cacat. Kadang-kadang,penyebab spesifik dari ectopic pregnancy masih belum dapat ditentukan dengan pasti.

Gejala

Dalam banyak kasus, seorang wanita dengan ectopic pregnancy tidak merasa sedang hamil. Jika terdapat tanda dan gejala awal, mungkin akan menyerupai kehamilan, antara lain:
  1. Terlambat datang bulan
  2. Nyeri payudara
  3. Mual
  4. Kelelahan

Jika terjadi tanda dan gejala tersebut dan melakukan tes kehamilan, maka akan diperoleh hasil positif. Tetapi ectopic pregnancy tidak dapat dilanjutkan seperti kehamilan biasa. Tanda-tanda yang merupakan peringatan pertama dari ectopic pregnancy, antara lain:
  1. Perdarahan vagina
  2. Sakit perut bawah
  3. Kram pada satu sisi panggul

Jika tuba falopi pecah, gejala yang terjadi dapat termasuk:
  1. Sakit yang tajam, menusuk dalam panggul, perut, atau bahkan bahu dan leher
  2. Pusing

Pengobatan

Sebuah sel telur yang dibuahi tidak dapat berkembang secara normal di luar rahim. Untuk mencegah komplikasi yang mengancam jiwa, jaringan ektopik harus dihilangkan. Kadang-kadang jika ectopic pregnancy telah terdeteksi secara dini, suntikan dari obat metotreksat dapat digunakan untuk menghentikan pertumbuhan sel dan melarutkan sel yang ada. Setelah injeksi, dokter akan memantau hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (HCG). Jika tingkat HCG tetap tinggi, mungkin perlu suntikan metotreksat jenis lain.

Jika ectopic pregnancy tidak merespon obat karena ukurannya sudah terlalu besar, maka tidak dapat menggunakan methotrexate lagi. Dan mungkin akan memerlukan pembedahan laparoskopi. Dalam prosedur ini, dokter membuat sayatan kecil di perut, biasanya di dekat pusar. Kemudian dokter akan menggunakan tabung tipis yang dilengkapi dengan lensa kamera dan cahaya (laparoskop) untuk melihat daerah tersebut. Instrumen lain dapat dimasukkan ke dalam tabung atau melalui sayatan kecil lainnya untuk menghilangkan jaringan ektopik dan memperbaiki tuba falopi. Jika tabung tuba secara signifikan rusak, mungkin perlu diangkat.

Jika ectopic pregnancy menyebabkan perdarahan berat atau tabung falopi telah pecah, pasien mungkin akan memerlukan pembedahan darurat melalui sayatan perut (laparotomi). Dalam beberapa kasus, tuba fallopi dapat diperbaiki. Dalam beberapa kasus, suntikan metotreksat juga diperlukan setelah operasi.

Sumber: MayoClinic

Sabtu, 18 Juni 2011

Pria Pemakan Pisang Bagus untuk Melawan 'Loyo'

Merry Wahyuningsih - detikHealth

img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Menurunnya dorongan atau gairah seks bisa membuat pria 'loyo' dan menjadi salah satu pemicu permasalahan rumah tangga. Ada banyak cara untuk dapat meningkatkan gairah seks, tapi makan pisang mungkin menjadi cara yang paling sederhana.

Gairah seks pria dan wanita dipengaruhi oleh hormon seks testosteron. Jika produksi testosteron dalam tubuh menurun, hal ini dapat menyebabkan orang tidak memiliki keinginan yang kuat untuk berhubungan seks.

Produksi testosteron bergantung pada zink (seng) dan vitamin B, yang keduanya melimpah pada makanan yang kita makan secara teratur.

Namun karena gizi semakin buruk dengan bertambahnya usia, maka ada baiknya menambahkan asupan makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk memproduksi hormon seks, salah satunya dengan rutin makan pisang.

Pisang merupakan sumber makanan yang memberi energi tinggi. Pisang mengandung enzem bromelain yang disebut phallic, yang dapat meningkatkan libido atau gairah seks laki-laki, seperti dilansir Askmen, Rabu (27/4/2011). Phallic ini menjadikan pisang populer sebagai makanan afrodisiak (peningkat stamina seks).

Pisang juga merupakan sumber kalium dan vitamin B yang sangat baik, seperti riboflavin yang diperlukan untuk hormon seks, yaitu meningkatkan produksi testosteron.

Seorang ahli urologis asal Singapura juga pernah menyatakan bahwa pria dapat meningkatkan kesuburannya dengan mengonsumsi pisang teratur setiap 3 hari sekali, seperti dikutip Thestar.

Menurutnya, pisang yang hidup subur di iklim tropis basah dengan tanah lembab dan panas ini mengandung banyak magnesium, vitamin A, B1, C, serta protein yang sangat dibutuhkan pria untuk meningkatkan dan merangsang produksi sperma lebih banyak.

Zat-zat yang terkandung dalam pisang inilah yang diklaim bisa meningkatkan kesuburuan. Kandungan asam amino L-arginine dan L-carnitine dapat meningkatkan produksi sperma.