Tampilkan postingan dengan label 6. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 6. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2011

Interstitial Cystitis, Sindrom Nyeri di Kandung Kemih


Putro Agus Harnowo - detikHealth


img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Interstitial Cystitis adalah suatu kondisi kronis yang ditandai oleh kombinasi nyeri kandung kemih dan kadang-kadang nyeri di panggul. Nyeri yang dirasakan bisa berkisar dari rasa terbakar yang ringan hingga rasa sakit yang parah.

Interstitial Cystitis juga disebut sindrom nyeri kandung kemih dan paling banyak menyerang perempuan. Interstitial Cystitis dapat memiliki efek jangka panjang yang merugikan kualitas hidup.

Gejala

Tanda-tanda dan gejala Interstitial Cystitis bervariasi dari orang ke orang. Gejala Interstitial Cystitis meliputi:
1. Nyeri pada pinggul atau antara vagina dan anus pada wanita atau antara skrotum dan anus pada pria.
2. Nyeri panggul kronis.
3. Sering buang air kecil namun dalam jumlah kecil dan berlangung sepanjang hari dan malam. Pada kasus yang parah bahkan dapat buang air kecil 60 kali sehari.
4. Nyeri selama hubungan seksual.

Gejala Interstitial Cystitis mirip dengan infeksi saluran kemih kronis, namun urine tidak mengandung dari bakteri. Memburuknya gejala dapat terjadi jika penderita Interstitial Cystitis mengalami infeksi saluran kemih.

Penyebab

Kandung kemih adalah organ tubuh terbentuk dari otot berongga, berbentuk seperti balon dan berfungsi menyimpan urine sampai siap untuk dikosongkan. Pada orang dewasa, kandung kemih mengembang sampai penuh dan kemudian memberikan sinyal ke otak jika sudah waktunya buang air kecil.

Sinyal tersebut dikomunikasikan melalui saraf panggul. Pada Interstitial Cystitis, sinyal-sinyal saraf terganggu sehingga penderita merasa perlu buang air kecil lebih sering dan dengan volume yang lebih kecil dari biasanya.

Ada kemungkinan bahwa banyak penderita Interstitial Cystitis juga memiliki cacat pada lapisan pelindung (epitel) kandung kemih mereka. Suatu kebocoran di epitel memungkinkan zat-zat beracun di dalam urin mengiritasi dinding kandung kemih.

Perawatan dan obat-obatan

A. Obat oral yang dapat meringankan gejala Interstitial Cystitis meliputi:
1. Ibuprofen (Advil, Motrin, others), naproxen (Aleve, Anaprox) dan obat anti radang nonsteroid, untuk menghilangkan rasa sakit.
2. Antidepresan trisiklik seperti amitriptyline atau imipramine (Tofranil), untuk membantu mengendurkan kandung kemih dan nyeri blok.
3. Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl, lainnya) dan loratadine (Claritin, orang lain), untuk dapat mengurangi rasa sering ingin kencing dan meringankan gejala lainnya.

4. Pentosan (Elmiron), obat oral yang telah untuk mengobati Interstitial Cystitis. Obat Ini mungkin memakan waktu hingga enam bulan untuk menurunkan frekuensi kencing. Efek sampingnya termasuk gangguan pencernaan ringan dan rambut rontok yang akan membaik ketika berhenti minum obat. Obat ini belum diteliti pada wanita hamil.

B. Perangsangan saraf

Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) menggunakan tegangan listrik ringan untuk menghilangkan rasa sakit panggul dan mengurangi frekuensi kencing. Kabel listrik ditempatkan di bawah punggung atau tepat di atas daerah kemaluan.

Tegangan listrik diberikan selama beberapa menit atau jam, dua kali atau lebih sehari. Dalam beberapa kasus, perangkat TENS dapat dimasukkan ke dalam vagina wanita atau dubur pria.

Para ilmuwan percaya bahwa TENS dapat menghilangkan rasa sakit dan frekuensi kencing yang terkait dengan Interstitial Cystitis dengan meningkatkan aliran darah ke kandung kemih, memperkuat otot-otot yang membantu mengontrol kandung kemih atau memicu pelepasan zat yang nyeri blok.

Pengobatan lain yang mungkin adalah merangsang saraf sakral. Modulasi pada saraf sakral (jalur utama antara saraf tulang belakang dan saraf di kandung kemih) dapat mengurangi perasaan ingin segera kencing.

Metodenya yaitu kawat tipis ditempatkan di dekat saraf sakral dan memberikan impuls listrik ke kandung kemih, mirip dengan alat pacu jantung. Jika prosedurnya berhasil mengurangi gejala, perangkat yang permanen bisa ditanamkan lewat operasi.

C. Menggembungkan kandung kemih
Caranya dengan peregangan kandung kemih menggunakan air atau gas. Prosedur dapat dipakai sebagai pengobatan jika responnya bertahan lama.

D. Obat yang ditanamkan ke dalam kandung kemih
Sulfoxide dimetil atau DMSO, (Rimso-50) ditempatkan ke dalam kandung kemih melalui tabung tipis fleksibel (kateter) dan dimasukkan melalui uretra. Larutannya kadang-kadang dicampur dengan obat lain seperti anestesi lokal.

Setelah berada di kandung kemih selama 15 menit, larutannya dikeluarkan melalui buang air kecil. Cara ini dapat mengurangi peradangan dan mencegah kontraksi otot yang menyebabkan gejala Interstitial Cystitis.

Pengobatan baru dengan menyuntik kandung kemih menggunakan larutan yang mengandung campuran obat: lidokain, natrium bikarbonat dan pentosan atau heparin dapat digunakan untuk mengurangi gejala.

E. Operasi
Dokter jarang menggunakan operasi sebagai pengobatan Interstitial Cystitis karena pengangkatan sebagian atau seluruh kandung kemih tidak menghilangkan rasa sakit dan dapat menyebabkan komplikasi lain. Operasi biasanya dilakukan hanya setelah pengobatan lain gagal.

Pilihannya meliputi:
1. Augmentasi kandung kemih. Menghilangkan bagian yang rusak dari kandung kemih dan menggantinya dengan potongan usus besar. Operasi ini masih menyisakan sedikit gejala rasa sakit dan beberapa orang masih perlu mengosongkan kandung kemih dengan kateter beberapa kali sehari.
2. Fulguration. Penyisipan instrumen melalui uretra untuk membakar borok yang mungkin muncul akibatInterstitial Cystitis.
3. Reseksi. Penyisipan instrumen melalui uretra untuk memotong borok.

Sumber: MayoClinic

Sabtu, 18 Juni 2011

5 Resolusi Sehat untuk Pria

Vera Farah Bararah - detikHealth


Jakarta, Ketika tahun baru datang setiap orang pasti memiliki resolusi yang ingin dicapainya, tak terkecuali bagi kaum laki-laki. Ini dia 5 resolusi sehat untuk pria.

Studi kecil yang dilakukan oleh John C. Norcross, PhD, seorang profesor psikologi dari University of Scranton di Pennsylvania menunjukkan sedikitnya 40 persen laki-laki memiliki satu resolusi kesehatan.

Seperti dikutip dari WebMD, Sabtu (1/1/2011) ada 5 resolusi sehat yang bisa dilakukan oleh kaum laki-laki di tahun 2011, yaitu:

1. Memiliki tubuh yang fit dan sehat

Ketika laki-laki ingin memiliki tubuh yang fit cenderung bertujuan mengurangi lemak di perut, berotot di dada dan perut. Untuk mencapainya laki-laki membutuhkan program yang seimbang antara latihan kekuatan (yang melibatkan semua kelompok otot utama) dan aerobik (membantu mengeluarkan energi dan mambakar kalori). Selain itu gizi yang baik juga penting bagi keberhasilan kebugaran, sehingga hasilnya optimal.

Agar aktivitas ini bisa berlangsung lama dan tidak hanya sesaat saja, maka pilihlah latihan yang menyenangkan seperti bersepeda atau seni bela diri. Mulailah perlahan-lahan dan secara bertahap intensitasnya ditingkatkan. Karena jika dimulai dengan agresif akan menimbulkan rasa sakit, cedera dan kesal.

2. Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Sebagian besar orang berpikir mengonsumsi daging merah akan membuatnya menjadi macho. Hal tersebut adalah salah, karena jika berlebihan akan menyebabkan gangguan dan memicu berbagaipenyakit.

Para ahli merekomendasikan diet seimbang secara menyeluruh, misalnya mengganti steak daging dengan steak tuna atau salmon, mengosnusmi burger kalkun, minum 3 porsi susu rendah lemak atau mencampurkan bahan yang sehat ke dalam makanan yang biasa dikonsumsi (sayuran atau tahu ke dalam masakan daging).

3. Rutin memeriksakan kesehatan

Diketahui laki-laki memiliki kunjungan ke dokter yang jauh lebih sedikit dibanding perempuan. Hal ini karena laki-laki cenderung mengabaikan rasa sakit dan melihat dirinya sebagai sosok yang kuat dan tidak bisa dihancurkan, terutama di usia muda.

Kunjungan ke dokter tidak selalu untuk mengobati penyakit, tapi bisa untuk memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan untuk kaum laki-laki biasanya mencakup cek kolesterol, tekanan darah, diabetes, penyakit menular seksual dan juga pemeriksaan untuk kanker prostat.

4. Berhenti merokok
Berhenti merokok merupakan resolusi yang paling populer sekaligus tugas yang sulit, karena beberapa orang harus mencobanya berkali-kali baru bisa berhasil. Untuk itu dibutuhkan bantuan dalam mencapai resolusi ini. Satu hal yang pasti adalah jangan mudah menyerah, menghindari pikiran negatif serta mintalah dukungan dari keluarga dan juga teman-teman.

5. Mengurangi stres
Jika sedang stres, laki-laki cenderung memendamnya atau melakukan hal-hal yang berbahaya. Padahal perasaan negatif yang terpendam bisa menyebabkan kemarahan, putus asa, perilaku yang merugikan dan penyakit fisik seperti gangguan sistem kardovaskular, saraf, kekebalan tubuh dan pencernaan. Cara yang bisa dilakukan untuk membakar hormon stres adalah dengan olahraga atau membicarakannya pada orang lain.