Tampilkan postingan dengan label DetikHealth. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DetikHealth. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Januari 2011

Ma, Kok Burungku Kecil?


Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Sony yang berusia 10 tahun merasa sakit hati ketika temannya Efdal berteriak di kamar bilas usai berenang, 'Hai teman-teman lihat, Sony seperti banci, 'burung'nya kecil sekali'. Bagai tersiram air panas, wajah Sony menjadi merah dan malu sekali, langsung ia berlari menuju kamar ganti lalu menangis.

Sejak peristiwa itu Sony menjadi minder dan sakit hati jika bertemu dengan teman-temannya, apalagi ia harus mengikuti pelajaran renang. Sony tidak berani bercerita pada orangtuanya karena takut dimarahi kalau menanyakan tentang masalah alat kelamin. Padahal jika hal ini dibiarkan, Sony akan menjadi tertekan dan dapat menimbulkan depresi yang berakhir pada gangguan perilaku.

Namun setelah dibujuk mamanya, Sony mau menceritakan masalahnya. 'Aku malu ma, Efdal sering mengejek aku banci karena burungku kecil' cerita Sony. Orangtuanya langsung membawanya ke dokter endokrin untuk melakukan pemeriksaan, ternyata hasil pengukuran penis Sony sangat kecil dibandingkan dengan anak seusianya dan Sony mengalami mikropenis.

Cerita di atas adalah cerita yang benar-benar terjadi yang kemudian ditulis dr Aditya Suryansyah Semendawai, SpA dalam buku yang berjudul 'Panik Saat Puber?, Say No!!!' terbitan Dian Rakyat.

Seperti dikutip Jumat (14/1/2011) dalam bukunya dr Aditya menuturkan masalah 'burung' yang kecil dalam bahasa kedokteran disebut dengan mikropenis. Meskipun tidak ada data ukuran penis berhubungan dengan keturunan, tapi ukuran yang normal merupakan suatu faktor yang sangat penting.

Selain itu diketahui bahwa Sony termasuk anak yang bongsor. Pada anak gemuk lemak di perut relatif lebih banyak dari anak yang lain. Kondisi ini menyebabkan penis terpendam oleh lemak di sekitar pangkal penis sehingga penis terlihat lebih kecil karena 'menghilang' di dalam perut.

Penanganan untuk mikropenis ini sendiri harus disesuaikan dengan masalah anak. Terlebih dahulu ditentukan penyebab mikropenisnya dan apakah ada kelainan lain atau tidak, dan pembesaran penis ini juga tidak boleh berlebihan karena harus dipikirkan efek samping.

Apa yang harus dilakukan jika kelamin anak kecil?

Dalam konsultasi kesehatan detikHealth, dr Aditya Suryansyah mengatakan langkah awal bila curiga mikropenis adalah tidurkan anak pada posisi terlentang, dalam keadaan rileks (santai dan tidak kaku). Bila dalam pengukuran terdapat ereksi (penis membesar) pemeriksaan harus diulang. Pengukuran dilakukan dari pangkal penis sampai ujung penis dengan penis ditarik. Bila salah mengukur akan terkesan banyaknya anak yang terlihat mikropenis.

Bagaimana pengobatannya?

Untuk terapi mikropenis terbaik dilakukan sebelum anak menginjak usia pubertas. Bila dilakukan di usia remaja dan dewasa, maka hasilnya akan kurang bagus. Obat yang diberikan mengandung hormon testosteron.

Beberapa bulan kemudian setelah mendapat terapi Sony tidak lagi takut ikut berenang dan bisa tersenyum bangga karena ukuran penisnya menjadi 2 kali lebih panjang. Tapi masih ada PR untuk Sony dan keluarganya yaitu menunurunkan berat badan agar tidak terlalu gemuk
(ver/ir) 


Senin, 17 Januari 2011

Pengguna Air Tanah Jangan Lupa Menguji Kualitas Airnya


Vera Farah Bararah - detikHealth
img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Air tanah masih jadi pilihan utama masyarakat Indonesia untuk mememuhi kebutuhan sehari-harinya di rumah. Untuk memastikan apakah air tanah yang digunakan masih layak pakai, masyarakat diingatkan agar tidak lupa menguji kualitas airnya.

Kenapa air tanah harus diuji kualitasnya?

Karena penggunaan air dalam kehidupan manusia harus bebas dari bahan pencemar dan polutan. Ada banyak indikator yang menunjukkan tingkat pencemaran air tanah dan faktor ini kadang hanya bisa diketahui melalui pengujian di laboratorium.

Selain itu, tidak semua daerah memiliki kualitas air yang baik, padahal salah satu kegunaan air adalah untuk diminum karenanya kebersihan air akan mempengaruhi kesehatan seseorang.

Dimana tempat menguji kualitas air?

"Ada banyak laboratorium yang bisa melakukan hal itu," ujar ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI, Dr R Budi Haryanto, SKM, MKes, MSc saat dihubungi detikHealth, Senin (17/1/2011).

Dr Budi menuturkan masyarakat bisa membawa air tanah di lingkungan rumahnya antara lain ke:


  1. Laboratorium dinas kesehatan tiap provinsi
  2. Laboratorium FMIPA bagian kimia
  3. Laboratorium FKM (fakultas kesehatan masyarakat)
  4. Laboratorium teknik bagian lingkungan
  5. Atau kalau di swasta juga ada seperti di laboratorium Sucofindo.

Apa saja kualitas air tanah yang diuji?

Parameter yang diperiksa untuk mengetahui kualitas air tanah biasanya terdiri dari parameter biologis, kimiawi dan juga fisiknya.

Untuk parameter biologis yang diperiksa adalah kandungan bakteri E.coli sebagai indikator biologis. Jika di dalam air tanah tersebut terdapat bakteri E.coli maka virus, bakteri, parasit dan amuba lainnya bisa saja ada di dalam air tersebut. Tapi jika tidak ada bakteri E.coli kemungkinan virus, bakteri atau parasit yang ada di sana merupakan kuman yang non-patogen atau tidak berbahaya.

Untuk parameter kimiawi yang diperiksa adalah senyawa-senyawa kimia yang seharusnya memang tidak boleh ada di dalam air, misalnya mangan, merkuri atau timbal. Sedangkan untuk parameter fisiknya yang diperiksa adalah kekeruhan, pH dan warna dari air tanah tersebut.

"Persyaratan dari Kementerian Kesehatan adalah air yang dikonsumsi harus terbebas dari pencemar biologis, kimia dan fisik. Masyarakat bisa mengetes ketiganya dilaboratorium dan satu paket harganya mungkin sekitar 100 ribu," ungkapnya.

Apa ciri-ciri air tanah yang tercemar?

Air yang tercemar kadang tidak terlihat terutama jika pencemarnya adalah biologis. Sedangkan untuk pencemar kimia atau fisik terkadang bisa terlihat dari warna air yang keruh, berbau, berasa atau berwarna kekuning-kuningan.

"Kalau ada tanda-tanda seperti itu penting untuk memeriksakan semua faktor parameternya baik biologis, kimia dan fisiknya," ujar Dr Budi.

Bagaimana jika air yang dikonsumsi sudah tercemar?

Dr Budi mengungkapkan saat ini banyak dijual alat penjernih air yang biasanya sudah mengandung penyaring, karbon aktif untuk menangkap senyawa-senyawa kimia dan juga menghilangkan bakteri.

"Masyarakat harus pintar-pintar memilih alat penjernih air yang digunakan, serta menggantinya secara teratur. Sedangkan memasak air yang mendidih hanya bisa menghilangkan pencemar biologis saja, kalau senyawa-senyawa kimianya tidak hilang," ungkapnya.

MENGATASI NYERI HAID DENGAN JAHE

Rasa nyeri yang muncul saat haid wajar dialami setiap wanita. Namun, nyeri haid seringkali tak tertahankan dan mengganggu aktivitas. Beberapa macam obat yang banyak dijual di toko mungkin bisa meredakan rasa sakit. Tapi ada bahan alami yang lebih aman untuk dikonsumsi.

Jahe, merupakan salah satu bahan alami yang efektif meringankan nyeri saat haid. Praktisi Kesehatan Holistik Rina Poerwadi menyarankan untuk meminum air jahe seminggu sebelum datangnya menstruasi.

"Jahe merupakan aspirin alami yang bisa meredakan nyeri saat haid. Selain itu, jahe memberi efek menghangatkan sehingga Anda pun bisa lebih rileks dan nyaman," tutur Rina kepada Wolipop, saat acara Coaching Clinic Kidzania dan Teh Botol Sosro di Pacific Place, Jakarta, Kamis (13/01).

Untuk membuat minuman jahe, memarkan 1/4 kg jahe, kemudian rebus bersama air dalam panci ukuran sedang. Rebus hingga air berwarna kecokelatan, lalu tuang ke dalam teko atau pitcher, masukkan dalam kulkas.

Minum rebusan jahe secara rutin masing-masing satu minggu sebelum dan setelah haid. Anda bisa mencampurkannya dengan perasan jeruk lemon untuk rasa yang lebih segar.

"Anda juga bisa menambahkan teh hijau jika ingin mendapat manfaat anti oksidan," tambah Rina.